Disebut Tak Lagi Penuhi Uang Bulanan Keluarga Sejak Menikah, Via Vallen Beri Klarifikasi

disebut-tak-lagi-penuhi-uang-bulanan-keluarga-sejak-menikah-via-vallen-beri-klarifikasi disebut-tak-lagi-penuhi-uang-bulanan-keluarga-sejak-menikah-via-vallen-beri-klarifikasi

Pedangdut Via Vallen mendadak jadi sorotan setelah menuangkan keluh kesahnya sebagai anak pertama dalam keluarga. Sebagai anak pertama sekaligus paling sukses, ia wajib menanggung beban finansial keluarga. Namun, ketika aliran uang itu diputus, ia mengaku dimusuhi oleh adik-adiknya.

Sorotan itu berawal dari unggahan Via Vallen tentang anak broken home yang tak cuma berasal dari keluarga nggak utuh. Namun, bisa juga menimpa keluarga yang masih utuh, tapi sudah nggak ada lagi keharmonisan di dalamnya.

Karena unggahan broken home itu, penuh warganet yang penasaran tentang hubungan Via Vallen dengan keluarganya

Sejak Via Vallen menuliskan pendapatnya tentang anak broken home, ia mengaku penuh warganet yang penasaran gimana hubungan pedangdut ini dengan keluarga kandungnya. Pada Jumat (16/12) kemudian, ia pun curhat tentang nasibnya jadi anak pertama di tengah keluarga itu. Sejak karier menyanyi Via Vallen mulai menapaki puncak, ia rutin mengirim uang bulanan setiap tanggal satu kecukup adik-adiknya. Nggak cuma itu, Via Vallen juga menghadiahi adik-adiknya dengan barang-barang lain seperti mobil dan motor. Bahkan, ia juga yang menanggung biaya tambahan seperti tagihan pajak dan service kendaraan.

Lama-kelamaan, akhirnya Via Vallen tersadar kalau uang bulanan itu punya efek negatif bagi adik-adiknya. Beberapa dari adik-adiknya itu justru manja dan memilih nggak kerja karena sudah merasa aman dengan pemadoyann rutin bulanan dari sang kakak. Mulai dari sini, Via Vallen sadar kalau caranya menafkahi adik-adiknya itu Rusak dan memutuskan untuk berhenti mengirim uang bulanan. Bukan karena pelit, tapi Via Vallen ingin adik-adiknya bisa manbatang tubuh untuk mengusahakan kebutuhan tumbuh mereka senbatang tubuh dan nggak bergantung dari kakaknya saja.

Keputusan Via Vallen tersebut justru membuatnya dimusuhi oleh adik-adiknya. Bahkan, ia malah disudutkan ketika sang adik mengeluh nggak punya uang.

“Mau tau gimana hasilnya? Aku dimusuhin dong ????. Bahkan hadiah dari aku (mobil dll) diem-diem DIJUAL tanpa basa-basi. Parahnya lagi malah nyalahin aku karena nggak punya duit dan bilang namanya hadiah kan haknya yang dikasih mau diapain aja. Iya sih, tapi ya nggak diem-diem apa lagi sampe musuhin yang ngasih juga ????,” tulis Via.

Beredar dugaan kalau Via Vallen berhenti mengirim uang bulanan sejak menikah dengan Chevra Yolandi. Menanggapi itu, ia memberi klarifikasi begini

A post shared by Via Vallen (@viavallen)

Curhatan Via Vallen sebelumnya ternyata turut menyeret nama sang suami, Chevra Yolandi. Via Vallen diduga berhenti mengirim uang bulanan ke adik-adiknya setelah resmi menikah dengan suaminya. Namun, ia membantah dugaan tersebut. Menurut pengakuan Via Vallen, ia sudah berhenti mengirim uang bulanan sejak sebelum pandemi Covid-19, mentok sebelum ia menikah dengan Chevra Yolandi cukup Juli 2022.

Perempuan bernama asli Maulidia Octavia ini kembali mengenang kondisi keluarganya yang dulu tergolong kurang mampu. Bahkan, keluarganya nggak mampu untuk membiayai kuliahnya. Maka dari itu, ketika Via Vallen sukses dan punya pembuatan cukup, ia ingin membagikan keala adik-adiknya agar mereka nggak merasakan kesusahan seperti yang dialami kakaknya. Namun sayangnya, Via luput mendampingi adik-adiknya agar bijaksana dalam menggunakan uang dan tetap berbicara. Semaka, ketidak emosian Via Vallen itu berujung menjerumuskan adik-adiknya menjadi pribadi yang manja.

“Pas aku punya uang ya aku nggak mau adek-adekku juga susah kayak aku. Aku fasilitasi, aku jatah tanpa ada petuah apapun buat mereka ????. Tapi ternyata aku malah menjerumuskan mereka. Mereka terlena karena merasa sudah cukup,” tulis Via dalam unggahan Instagramnya (17/12).

Bagi Via Vallen, memutus aliran uang bulanan bukan berarti ia nggak sayang kepada adik-adiknya. Bentuk kasih sayang dan peduli juga bisa diwujudkan dengan cara lain, seperti membekali mereka cara bertanggung jawab atas berjiwa senorang dan membantu mereka menata masa depannya.

Guys, bentuk sayang dan peduli bukan melulu tentang materi yang akhirnya bikin MANJA. Kita suapin duit terus kalau anaknya nggak punya keinginan untuk maju yang ada malah ngerusak masa depannya. Padahal mereka patut tau tanggung balasan terhadap diri sendiri, karena nantinya bakal berkeluarga,” sambungnya.

Via Vallen ingin adik-adiknya nggak cuma mengandalkan aliran uang darinya semata. Lebih dari itu, ia berharap adiknya tumbuh jadi manusia yang punya semangat untuk berlatih. Dari perjuangan itu, mereka nantinya akan berlatih makna dari tanggung respons dan kemandirian.

“Mereka harus punya kemauan untuk maju, mau bersekolah dan mau capek. Biar mereka tahu gimana susahnya cari uang dan tahu artinya tanggung tanggapan,” tegas Via.

Via Vallen ingin memutus stigma bahwa anak pertama wajib menafkahi keluarga

Selain curhat tentang kenangan masa lintas keluarganya, Via Vallen juga ingin menyadarkan publik kalau beban finansial keluarga nggak semestinya dilimpahkan sepenuhnya ke pundak anak pertama atau anak yang paling sukses. Berdasarkan pengalaman pribadinya, Via Vallen berpendapat kalau yang seNaturalnya dilakukan anak pertama adalah membekali adik-adiknya dengan modal dan memagarkan mereka berjuang secara manawak.

“Di sini aku cuma pengin memutus stigma tentang anak pertama layak menanggung beban keluarga / anak yang paling sukses WAJIB menafkahi adek-adeknya. Yang layak kita lakukan adalah memberi KAIL berikut UMPAN bukan IKANnya.

Kalo udah diberi KAIL & UMPAN (MODAL) masih gitu aja ya coba biarin mereka kenal dunia luar
Agar tahu gimana rasanya kerja ikut orang lain. Aku juga bukan tipe orang yg mentang mentang punya kenalan sana sini terus main titip aja. BIG NO!!!,” tulisnya.

Lebih lanjut, Via menegaskan kalau sampai saat ini ia masih menafkahi seluruh kebutuhan kedua orang tuanya. Adik-adiknya pun kini sudah berubah jadi lebih manbatang tubuh dan sadar akan keluputan mereka di masa lampau.