Sisi Lain Dari Tapanuli dan Sejarah Simbol Tiga Marga

Potret Kota Tapanuli Utara Potret Kota Tapanuli Utara

Dari sekian banyak pulau yang ada di Indonesia ada satu pulau yang tak kalah mempesona yaitu pulau sibandang dengan desa-desa wisata yang cantik yang terletak di wilayah kabupaten Tapanuli Utara.

Agro Wisata untuk Memperkenalkan Hasil Alam

Tapanuli Utara terdapat berbagai desa dengan sumber daya alam yang sangat berlimpah dan warganya yang banyak berprofesi sebagai petani. Wisata di pulau sibandang menjadikan agrowisata sebagai salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan ke mancanegara. Banyak hasil tani yang sudah diolah oleh para petani seperti perkebunan kopi, kakao, serta mangga yang menjadi khas dari desa wisata Sibandang. Masyarakat yang tinggal di desa berharap agar hasil bumi yang dihasilkan dapat menyediakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa setempat. 

Di desa sibandang dan papande banyak memiliki hasil perkebunan mangga udang. Mangga udang ini beraroma harum yang menjadi salah satu ciri khas dari pulau sibandang. Mangga ini dapat disantap langsung bersama dengan kulitnya dan para wisatawan juga bisa memetiknya secara langsung di kebun. Harga jual mangga udang ini berkisar di harga 15.000 per kilonya. Sayangnya mangga udang ini hanya dipanen setiap bulan Juni dengan jumlah mencapai 14 keranjang dengan berat sekitar 50 kg per keranjangnya. Hasil dari panen mangga udang ini sebagian besar akan dikirim ke wilayah Parapat. 

Industri Rumah Kain Tenun Ulos 

Selain itu di desa ini juga terdapat industri rumahan kain ulos yang menjadi sumber penghasilan warga dari sektor pariwisata. Kain ulos yang berasal dari desa papande sangat dikenal dengan motif-motif unggulannya. Kain tenun ulos ini biasa dijadikan sebagai cinderamata khas Tapanuli Utara. Beberapa motif yang dihasilkan seperti bolehan, siblang, mangiring, tobu-tobu, dan yang paling terkenal yaitu harungguan. Bukan hanya perempuan yang menenun tetapi bapak-bapak dan remaja pria pun terkadang turut membantu. Biasanya para wisatawan yang ingin membeli kain tenun ul sebagai oleh-oleh diharuskan untuk memesan terlebih dahulu karena durasi pembuatannya bermacam-macam tergantung dari tingkat kesulitannya. Proses pembuatannya juga memakan waktu yang cukup lama mulai dari 2 minggu sampai 1 bulan. Pewarnaan yang digunakan dalam membuat kain tenun ulos ini menggunakan bahan alami maupun sintetis.

Untuk bahan alami biasanya memakai kulit mahoni yang menghasilkan warna coklat, warna kuning dihasilkan dari daun jati, warna ungu dari indigo, dan kulit nangka yang menghasilkan warna kuning atau jingga, serta daun alpukat juga menghasilkan warna coklat. Harga yang ditawarkan kain tenun ulos memang cenderung lebih mahal jika memakai pewarna alami. Satu set selendang dan sarung yang dibuat bisa mencapai harga rp1.600.000 dengan pemesanan yang banyak. Dalam seminggu kain ulos ini dikerjakan bisa mencapai 10 buah hingga tingkat perekonomian warga setempat pun juga ikut meningkat berkat kerajinan kain tenun ulos.

Sejarah Pulau Sibandang 

Jika para wisatawan datang ke pulau sibandang jangan lupa untuk mengunjungi makam para raja Batak yaitu ke makam opung rajagukguk, simaremare, dan ompusunggu. Pada sejarahnya merekalah yang membuka desa-desa di pulau ini. Karena itu bagi para pengunjung harus menghormati para raja tersebut dengan mendatangi makam-makam yang sudah ditunjukkan. Meski para raja itu berbeda marga tetapi mereka dapat hidup berdampingan di pulau yang sama.

Tugu Aritonang sebagai simbol ketiga marga

Di bukit desa aritonang terdapat tugu Aritonang yang merupakan simbol kekerabatan ketiga marga di pulau sibandang. Aritonang memiliki 3 anak yaitu Ompusunggu, rajagukguk, dan simaremare yang merantau serta meneruskan keturunan ke pulau sibandang ini. Mereka bertiga merantau ke pulau yang berbeda-beda dengan jarak yang dekat serta hasil alamnya yang melimpah. Desa yang mereka tempati disebut sebagai lumbung pangan karena suburnya tanaman coklat kopi dan padi. Di puncak tugu Aritonang terdapat simbol tiga helai daun yang melambangkan kerukunan dari ketiga keturunan Aritonang.

Nah biar bisa merasakan pesona Tapanuli Utara serta menyelami sejarah di tempat-tempat aslinya serta mengunjungi desa-desa yang ada di Tapanuli Utara masukkan agenda jalan-jalan kesana yuk untuk liburan mendatang.